PT Sucofindo (Persero) kembali menghadirkan Environmental and Social Innovation Awards atau ENSIA 2026 sebagai wadah apresiasi inovasi lingkungan dan sosial. Bagi pembaca di Surakarta dan Jawa Tengah, isu ini relevan karena banyak pelaku usaha lokal tengah menyesuaikan diri dengan tuntutan daya saing yang lebih hijau. Ajang bertema Innovation for Sustainable Business and Resilient Community itu menekankan transisi energi bersih serta penguatan ekonomi hijau di tengah tekanan global.
Kegiatan berlangsung di Bali dan dihadiri sejumlah pejabat pusat serta daerah. Hadir Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rahmat Pambudi, dan Gubernur Bali Wayan Koster. Kehadiran mereka menandai dukungan pemerintah terhadap inovasi yang menyentuh bisnis sekaligus ketahanan komunitas.
Tema ENSIA dan arah inovasi dunia usaha
ENSIA 2026 menempatkan inovasi bukan sekadar penghargaan, melainkan instrumen memperkuat daya saing perusahaan. Fokusnya mencakup praktik yang ramah lingkungan, integrasi sosial, serta kemampuan masyarakat bertahan menghadapi guncangan. Dalam keterangan pers Kamis, 10 September 2026, penyelenggara menegaskan bahwa bisnis berkelanjutan menjadi kebutuhan, bukan pilihan tambahan.
Dengan tema yang mengaitkan bisnis berkelanjutan dan komunitas tangguh, peserta didorong merancang solusi nyata. Mulai dari efisiensi sumber daya hingga model usaha yang membuka peluang kerja hijau. Pendekatan ini selaras dengan upaya nasional menekan dampak krisis lingkungan tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.
Pesan menteri soal krisis planet dan PROPER
Moh Jumhur Hidayat menilai ENSIA sejalan dengan PROPER serta Gerakan Tobat Ekologis yang digaungkan Kementerian Lingkungan Hidup. Ia mengingatkan dunia tengah menghadapi triple planetary crisis: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, serta pencemaran dan kerusakan lingkungan. Karena itu, inovasi perusahaan perlu diarahkan pada penciptaan lapangan kerja hijau, penguatan integrasi sosial, budaya keselamatan kerja tanpa kecelakaan, dan perubahan perilaku melalui gerakan tersebut.
Pernyataan itu memberi sinyal jelas kepada dunia usaha, termasuk di kawasan Solo Raya, agar kepatuhan lingkungan tidak berhenti pada dokumen. Perubahan perilaku dan standar keselamatan menjadi bagian dari reputasi serta kelangsungan bisnis jangka panjang.
Ekonomi hijau dan peluang bagi daerah
Pengembangan ekonomi hijau yang disorot dalam ENSIA 2026 membuka ruang kolaborasi antara BUMN, swasta, dan pemerintah daerah. Perusahaan yang mampu menekan emisi, mengelola limbah lebih baik, serta melibatkan komunitas sekitar berpeluang lebih siap menghadapi regulasi dan preferensi pasar. Bagi industri kecil-menengah di Surakarta, prinsip yang sama dapat diadaptasi secara bertahap melalui efisiensi energi dan rantai pasok yang lebih bersih.
Transisi energi bersih yang diangkat dalam ajang ini juga menuntut kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Inovasi sosial menjadi pelengkap agar manfaat tidak hanya dinikmati korporasi besar, tetapi merembes ke ketahanan masyarakat setempat.
Makna ENSIA bagi daya saing nasional
Dengan digelarnya kembali ENSIA, Sucofindo menegaskan peran sertifikasi dan apresiasi inovasi sebagai motor perubahan. Ajang di Bali itu menjadi panggung berbagi praktik baik, sekaligus menyelaraskan langkah bisnis dengan agenda pemerintah di bidang lingkungan dan perencanaan pembangunan. Dukungan Bappenas serta kementerian terkait menunjukkan inovasi lingkungan masuk dalam kerangka kebijakan yang lebih luas.
Ke depan, konsistensi dunia usaha dalam menerapkan inovasi berkelanjutan akan menentukan seberapa kuat Indonesia menghadapi tekanan iklim dan persaingan global. ENSIA 2026 menjadi pengingat bahwa daya saing dan ketangguhan komunitas dapat tumbuh bersama bila inovasi diarahkan pada solusi hijau yang terukur.
Bagi pembaca Kabar Solo, momentum ini layak dicermati sebagai referensi arah kebijakan dan standar yang semakin mengikat. Menyiapkan bisnis dan komunitas agar lebih tangguh adalah langkah praktis menyambut era ekonomi hijau.
Sumber: Sindo News.
