Konser U-KNOW Jakarta menjadi sorotan penggemar K-pop, termasuk Cassiopeia dari Solo dan Jawa Tengah yang kerap melacak jadwal idol Korea di ibu kota. Yunho, personel TVXQ asal Korea Selatan, menggelar U-KNOW PROJECT 26: SCENE#1 in JAKARTA di Jakarta Concert Hall, iNews Tower, pada Sabtu, 12 September 2026, dengan pendekatan yang melampaui format panggung musik biasa.
Alih-alih hanya menyanyi lagu demi lagu, ia merangkai segmen cerita. Penonton diajak menyusuri jejak hidup sang artis dari masa kanak-kanak hingga figur yang berdiri di atas panggung hari ini. Pendekatan naratif itu memberi warna berbeda bagi penggemar yang datang dari berbagai daerah.
Bukan sekadar setlist, melainkan rangkaian adegan
Di hadapan Cassiopeia, Yunho menegaskan niatnya merancang pengalaman baru. Ia ingin penonton merasakan sensasi menonton film sekaligus musikal, bukan konser konvensional. Setiap bagian punya suasana dan alur sendiri sehingga cerita bergerak dari satu “adegan” ke adegan berikutnya.
Format itu membuat alur malam lebih terikat. Lagu-lagu yang dibawakan menempel pada segmen cerita, sehingga energi panggung tidak terputus-putus. Bagi penonton yang terbiasa dengan konser idol standar, struktur semacam ini terasa lebih sinematik.
Pembuka: Yunho kecil, remote, dan mesin waktu
Pertunjukan dibuka dengan sosok U-KNOW di masa kecil. Adegan memperlihatkan anak itu memencet remote, lalu figur U-KNOW masa kini muncul lewat motif Time Machine. Pintu masuk visual tersebut menjadi jembatan menuju universe yang ia bangun khusus untuk proyek 26.
Dari situ, rangkaian lagu seperti Drop, Follow, dan Set in Stone mengalir sebagai kelanjutan cerita. Segmen awal ini menandai fondasi narasi: masa lalu bertemu masa kini, lalu berkembang ke babak-babak berikutnya di sepanjang malam.
Yunho jelaskan misi panggung kepada penonton
Dalam sesi berbincang di tengah konser, Yunho menekankan bahwa U-KNOW PROJECT 26 dirancang sebagai pengalaman utuh. Ia ingin Cassiopeia tidak hanya mendengar lagu, tetapi ikut “masuk” ke dalam alur yang ia susun. Pernyataan itu selaras dengan pembagian segmen yang sudah terlihat sejak menit-menit pertama.
Pendekatan ini juga mempertegas posisi konser solo perdananya di Indonesia. Setelah lama dikenal lewat aktivitas grup TVXQ, Yunho memaknai panggung Jakarta sebagai ruang menampilkan sisi personal lewat bahasa teater dan musik sekaligus.
Mengapa relevan bagi pembaca Solo dan sekitarnya
Bagi komunitas K-pop di Surakarta dan kota tetangga, konser besar di Jakarta sering menjadi tujuan perjalanan singkat. Informasi konsep, lokasi, dan tanggal seperti U-KNOW PROJECT 26 membantu penggemar menilai apakah pengalaman panggung sepadan dengan rencana mereka. Narasi masa kecil hingga kini juga mudah diikuti bahkan oleh penonton yang baru mengenal katalog solo Yunho.
Jakarta Concert Hall di iNews Tower menjadi titik kumpul Cassiopeia malam itu. Dengan konsep berlapis, konser ini memberi catatan bahwa idol senior Korea terus bereksperimen pada format live, sesuatu yang pantas dicermati pecinta budaya pop di Solo Raya.
Secara keseluruhan, malam tersebut menempatkan cerita sebagai tulang punggung, sementara lagu-lagu menjadi penopang emosi tiap segmen. Yunho berhasil menandai debut konser solo Indonesia-nya dengan identitas visual dan naratif yang jelas, tanpa kehilangan interaksi hangat dengan penggemar di venue.
Sumber: Sindo News.
