UTAMA
Indeks
Olahraga

SAFF Tegaskan Sokongan ke Infantino usai Proposal Investasi FIFA Dibatalkan

Dukungan Infantino FIFA mendapat penegasan baru dari Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) di tengah tekanan yang menguat terhadap pimpinan federasi dunia. Pernyataan resmi SAFF menyusul keputusan FIFA mengakui kekeliruan, meminta maaf, dan membatalkan proposal FIFA Forward Enterprise yang sempat memicu kontroversi di kalangan pemangku kepentingan.

Bagi pembaca di Surakarta dan sekitarnya yang mengikuti dinamika sepak bola internasional, sikap kerajaan ini menarik karena posisi Arab Saudi kian strategis. Negara itu akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 serta aktif dalam sejumlah proyek kerja sama dengan FIFA dalam beberapa tahun terakhir.

Pernyataan resmi SAFF dan seruan dialog

Dalam pernyataan yang dirilis 27 Agustus 2026, SAFF menyambut langkah FIFA yang mengakui adanya kekeliruan terkait proposal investasi tersebut. Federasi Arab Saudi juga menekankan pentingnya dialog langsung antarpemangku kepentingan agar persatuan di tubuh sepak bola global dapat dipulihkan.

SAFF menyatakan mendukung upaya berkelanjutan Presiden FIFA Gianni Infantino beserta kepemimpinan FIFA untuk merapikan kembali kebersamaan keluarga sepak bola dunia. Fokusnya, menurut mereka, tetap pada pengembangan permainan demi kepentingan semua pihak, bukan hanya segelintir pemain besar.

Peran Arab Saudi dalam peta sepak bola dunia

Dukungan terbuka dari Riyadh dinilai bernilai strategis. Arab Saudi tidak hanya menyiapkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034, tetapi juga memperluas keterlibatan lewat Dana Investasi Publik (PIF). PIF sebelumnya bermitra dengan FIFA untuk Piala Dunia Antarklub 2025.

Selain itu, PIF menjadi pendukung resmi kawasan Amerika Utara dan Asia pada Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. SAFF menilai pola kerja sama lintas benua semacam ini sebagai bagian penting dari kemajuan sepak bola modern.

Menurut SAFF, tiga edisi Piala Dunia FIFA terakhir memperlihatkan hasil nyata ketika keluarga sepak bola global mampu bekerja bersama. Pesan itu sekaligus menegaskan bahwa dukungan mereka bukan sekadar formalitas politik internal, melainkan bagian dari visi jangka panjang penyelenggaraan turnamen besar.

Apresiasi kepemimpinan hampir satu dekade

Federasi Arab Saudi juga memberi apresiasi terhadap kontribusi Infantino dalam mengembangkan permainan di berbagai wilayah selama hampir satu dekade. Pengakuan ini datang di saat ia menerima kritik keras setelah proposal Forward Enterprise ditolak dan akhirnya dibatalkan.

Kontroversi itu sempat dikaitkan dengan menurunnya sebagian dukungan terhadap pencalonannya untuk periode berikutnya. Infantino berencana maju lagi untuk masa jabatan keempat dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan pada Maret 2027.

Peta dukungan jelang pemilihan 2027

Meski mendapat penentangan di sejumlah kalangan, Infantino masih dicatat memiliki basis dukungan solid dari konfederasi dan federasi anggota di Afrika, Amerika Selatan, Oseania, dan Asia. Sikap terbuka Arab Saudi menambah sinyal politik penting, terutama karena posisi kerajaan yang semakin sentral menjelang 2034.

Bagi komunitas sepak bola di Indonesia, termasuk Solo yang aktif mengikuti kompetisi dan isu tata kelola FIFA, perkembangan ini relevan sebagai gambaran arah kebijakan federasi dunia. Stabilitas kepemimpinan dan pola investasi global berpotensi memengaruhi agenda pembinaan, kalender turnamen, serta kerja sama kawasan di Asia.

Dengan proposal investasi yang sudah dibatalkan dan seruan dialog yang dikedepankan SAFF, bola kini ada di tangan seluruh pemangku kepentingan untuk meredakan ketegangan. Dukungan Infantino FIFA dari Arab Saudi menjadi salah satu penanda bahwa persaingan internal belum meniadakan blok dukungan yang masih utuh di sejumlah kawasan.

Sumber: Republika.

Tag: Gianni Infantino, FIFA, Arab Saudi, SAFF, Piala Dunia 2034, sepak bola internasional, pemilihan FIFA 2027