UTAMA
Indeks
Gaya Hidup

Bilik Pendingin Tubuh Jepang Laris Saat Cuaca Panas Ekstrem

Inovasi kulkas manusia Jepang kembali menjadi perbincangan setelah sejumlah pekerja memanfaatkan bilik berpendingin untuk memulihkan kondisi tubuh usai beraktivitas di bawah terik. Perangkat seukuran bilik telepon umum itu menyemburkan udara dingin dan kini ramai dipakai di negara yang tengah menghadapi kenaikan suhu tajam. Bagi pembaca di Surakarta, kisah ini terasa dekat karena musim kemarau di Solo Raya juga sering membuat suhu terasa menyengat di jalan dan area industri.

Bilik seukuran kotak telepon dengan hembusan dingin

Mesin tersebut dikenal dengan nama Do Hiemon Box. Bentuknya mirip bilik telepon publik, cukup untuk satu orang berdiri di dalamnya beberapa saat. Di dalam ruang sempit itu, hembusan udara dingin membantu menurunkan rasa panas yang menempel di kulit dan pakaian.

Konsepnya sederhana: pengguna tidak perlu berendam atau mencari ruangan ber-AC besar. Cukup masuk sebentar, membiarkan keringat mengering, lalu keluar dengan tubuh yang lebih lega. Pendekatan ini dianggap praktis di lokasi kerja yang panas, seperti gudang dan area logistik.

Pengalaman pekerja yang kecapean di perjalanan

Seorang pekerja gudang mengaku sempat pusing dan tidak enak badan setelah bersepeda menuju tempat kerja saat cuaca sangat panas. Ia kemudian mencoba bilik pendingin tersebut dan merasakan perbedaan dalam waktu singkat.

Taichi Konishi (24) menuturkan kepada AFP bahwa ia hanya berada di dalam bilik sekitar dua menit. Durasi itu sudah cukup membuat keringat di tubuhnya mengering. Ia menyebut rasanya sangat menyegarkan. Kesaksian serupa ikut mendorong minat publik terhadap alat yang dipasarkan sebagai solusi cepat penurun suhu tubuh.

Ratusan unit terjual sejak diperkenalkan

Trusco Nakayama, distributor peralatan industri yang berpusat di Tokyo, menyatakan lebih dari 300 unit Do Hiemon Box telah terjual sejak April. Perangkat ini mulai dikenal luas setelah diperkenalkan pada tahun berjalan, seiring gelombang panas yang menekan aktivitas harian di Jepang.

Harga per unit diperkirakan sekitar 1,5 juta yen. Angka tersebut menempatkan alat ini pada segmen peralatan industri atau fasilitas kantor, bukan barang rumah tangga murah. Meski demikian, permintaan tetap tumbuh karena banyak tempat kerja mencari cara menjaga kenyamanan karyawan tanpa harus mengubah seluruh tata ruang menjadi berpendingin penuh.

  • Nama perangkat: Do Hiemon Box
  • Perkiraan harga: sekitar 1,5 juta yen per unit
  • Penjualan: lebih dari 300 unit sejak April
  • Distributor: Trusco Nakayama, Tokyo

Pelajaran untuk kota tropis seperti Surakarta

Surakarta dan kawasan Solo Raya akrab dengan cuaca gerah, terutama saat kemarau panjang dan aktivitas luar ruangan meningkat. Pekerja lapangan, kurir, hingga petugas gudang sering menghadapi risiko kelelahan akibat panas. Cerita dari Jepang mengingatkan pentingnya fasilitas istirahat singkat yang benar-benar mendinginkan tubuh, bukan sekadar tempat berteduh.

Tentu saja kehadiran bilik serupa di Indonesia belum menjadi fokus berita ini. Yang relevan adalah pola kebutuhannya: ruang pemulihan cepat di dekat titik kerja, edukasi soal tanda dehidrasi, serta penjadwalan istirahat saat suhu memuncak. Langkah-langkah itu bisa diterapkan di lingkungan pabrik, pasar, atau kawasan industri kecil di sekitar Solo tanpa harus menunggu teknologi impor mahal.

Pada akhirnya, Do Hiemon Box memperlihatkan cara industri merespons cuaca ekstrem dengan solusi praktis berukuran kompak. Dari Tokyo hingga kota-kota tropis, tantangan yang sama tetap berulang: menjaga tubuh tetap aman saat udara di luar terasa seperti oven. Informasi ini layak dicermati sebagai bahan diskusi publik soal kenyamanan kerja dan adaptasi terhadap suhu yang kian tidak bersahabat.

Sumber: Sindo News.

Tag: kulkas manusia, Do Hiemon Box, cuaca panas Jepang, bilik pendingin, Solo Raya, inovasi Jepang, suhu ekstrem, kesehatan kerja