Penghargaan HSSE PMSol kembali menjadi perhatian publik maritim nasional setelah PT Pertamina Marine Solutions mencatat empat gelar di ajang Indonesia QHSE & Sustainability Awards atau IQSA 2026. Bagi pembaca di Surakarta dan Jawa Tengah, capaian ini relevan karena rantai logistik energi dan layanan kapal menyentuh banyak wilayah pesisir maupun jalur distribusi di Pulau Jawa. Pengakuan itu menempatkan budaya keselamatan, inovasi digital, serta kepemimpinan operasional sebagai fondasi layanan maritim yang andal.
Ajang yang digelar Indonesia Business Asia menilai praktik Quality, Health, Safety, Environment, dan keberlanjutan di sejumlah perusahaan. PMSol dinilai menonjol lewat sistem induksi yang memangkas antrean manual, pelaporan risiko yang terintegrasi, serta keterlibatan manajemen di lapangan. Direktur Utama Joko Pramono menegaskan empat penghargaan tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh perwira perusahaan.
Empat kategori yang diraih di IQSA 2026
Dalam keterangan pers Selasa, 1 September 2026, PMSol membawa pulang The Best QHSE Digital Innovation 2026, The Best QHSE Company Concerned 2026, dan The Best Safety Induction 2026. Di sisi individu, Manager HSSE Febry Donny memperoleh The Best QHSE Leadership 2026. Rangkaian gelar itu mencerminkan penilaian juri terhadap inovasi, kepedulian organisasi, mutu induksi keselamatan, serta gaya kepemimpinan yang konsisten.
Joko Pramono menyebut apresiasi tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat penerapan Health, Safety, Security, and Environment di seluruh lini bisnis. Menurutnya, HSSE bukan pelengkap administratif, melainkan bagian yang melekat pada setiap aktivitas operasional kapal dan layanan pendukung maritim. Komitmen itu dijabarkan lewat pengendalian risiko, pemantauan kinerja, dan kehadiran manajemen di area kerja.
Induksi digital mengganti antrean kertas
Salah satu terobosan yang disorot adalah digitalisasi HSSE Induction bagi awak kapal dan tenaga alih daya sebelum onboarding. Alur dimulai dari registrasi, unggah dokumen hasil Medical Check-Up dan sertifikat pelatihan, pre-test, sesi Training Demo Room, post-test, hingga penerbitan HSSE Passport digital. Pekerja dapat menyelesaikan sebagian besar tahapan lewat perangkat digital tanpa bergantung pada birokrasi manual yang memakan waktu.
Pengawasan menjadi lebih rapi karena status kesehatan dan riwayat pelatihan dapat diverifikasi melalui pemindaian barcode. Model ini memudahkan petugas memastikan kelengkapan persyaratan sebelum seseorang memasuki area operasional. Bagi industri maritim yang bergerak cepat, ketepatan data induksi berimbas langsung pada kesiapan kru dan pengurangan potensi kelalaian administratif.
MCU digital dan pelaporan risiko terpadu
Selain induksi, PMSol mengembangkan Digital Medical Check Up untuk mengelola pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Data kesehatan yang terstruktur membantu perusahaan memantau kelaikan medis pekerja yang berhubungan dengan aktivitas kapal. Integrasi data tersebut mendukung keputusan operasional yang lebih hati-hati, terutama pada tugas berisiko tinggi.
Perusahaan juga mengoperasikan P-HORSE atau Pertamina HSSE Online Reporting System Excellence. Sistem ini menampung laporan tindakan maupun kondisi tidak aman, lalu menelusuri tindak lanjut hingga selesai. Fitur pelaporan indikasi kecurangan atau fraud turut disediakan agar lingkungan kerja tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga berintegritas. Kombinasi pelaporan daring dan eskalasi yang jelas mempercepat respons terhadap temuan di lapangan.
Kepemimpinan lapangan dan arti bagi publik Jawa
Penguatan HSSE di PMSol ditopang keterlibatan manajemen dalam pengendalian risiko dan Management Walkthrough berkala di area operasional. Pendekatan itu menempatkan pimpinan tidak hanya di ruang rapat, tetapi juga di titik kerja nyata. Febry Donny dinilai menonjol karena mengorkestrasi implementasi HSSE agar menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar dokumen audit.
Untuk masyarakat Surakarta dan sekitarnya, standar keselamatan maritim nasional berpengaruh pada kelancaran pasokan energi serta kepercayaan terhadap operator pelayaran dan jasa penunjang. Digitalisasi prosedur mengurangi celah human error pada tahap awal penempatan pekerja. Pada gilirannya, budaya pelaporan yang terbuka mendorong perbaikan berkelanjutan di sektor yang padat regulasi.
Ke depan, empat penghargaan IQSA 2026 diposisikan PMSol sebagai tonggak, bukan garis akhir. Perusahaan menekankan perlunya menjaga momentum inovasi, memperluas pemanfaatan sistem digital, dan memastikan setiap perwira memahami bahwa keselamatan adalah prasyarat layanan maritim yang berkelanjutan. Publik dapat membaca capaian ini sebagai sinyal bahwa transformasi HSSE di BUMN sektor kelautan terus bergerak ke arah yang lebih terukur dan transparan.
Sumber: Sindo News.
