UTAMA
Indeks
Nasional

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemda Kalimantan lewat Empat Indikator Baru

Penghargaan pemda Kalimantan Batch II 2026 dari Kementerian Dalam Negeri menjadi sorotan karena kategori penilaiannya diperluas. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyerahkan apresiasi kepada pemerintah daerah di regional Kalimantan yang dinilai optimal pada sejumlah layanan publik prioritas.

Acara tersebut digelar sebagai putaran kedua setelah Batch I yang sebelumnya memperebutkan empat bidang di enam region. Kali ini fokusnya lebih tajam pada akses layanan yang langsung menyentuh warga, mulai dari kesehatan hingga pengelolaan sampah.

Perluasan kategori penilaian Batch II

Pada Batch II, indikator yang dipakai meliputi Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, Implementasi Program Tiga Juta Rumah, serta Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri. Perluasan ini dimaksudkan agar daerah terpacu memperbaiki kinerja di sektor yang berdampak harian bagi masyarakat.

Mendagri menjelaskan penilaian sudah berjalan sejak awal tahun, sebelum musim kebakaran hutan dan lahan. Dengan begitu, hasilnya dinilai lebih mencerminkan kondisi riil daerah, bukan situasi darurat sesaat.

Keterlibatan kementerian terkait agar objektif

Proses penilaian tidak hanya internal Kemendagri. Untuk kesehatan, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Kesehatan; pendidikan dengan Kementerian Dasar dan Menengah; sampah dan program lingkungan dengan Kementerian Lingkungan Hidup; sedangkan perumahan melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Keterlibatan lintas kementerian/lembaga itu, kata Tito, menjaga objektivitas dan keselarasan data dengan standar nasional. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wamendagri Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, serta para gubernur dan bupati/wali kota se-Kalimantan turut hadir.

Daftar daerah penerima per kategori

Di kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, tingkat provinsi diraih Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Kabupaten yang diapresiasi meliputi Tana Tidung, Hulu Sungai Utara, dan Hulu Sungai Selatan; tingkat kota: Bontang, Tarakan, dan Singkawang.

Untuk Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan, juara provinsi adalah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Kabupaten: Tabalong, Hulu Sungai Tengah, dan Barito Selatan; kota: Banjarmasin, Samarinda, dan Palangka Raya.

Implementasi Program Tiga Juta Rumah di tingkat provinsi diberikan kepada Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Kabupaten: Kubu Raya, Kutai Kartanegara, dan Hulu Sungai Tengah; kota: Banjarmasin, Samarinda, dan Pontianak.

Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tingkat provinsi diraih Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kabupaten: Tana Tidung, Tabalong, dan Paser; kota: Bontang, Balikpapan, dan Palangka Raya.

  • Kesehatan: Kaltim, Kalbar; kab. Tana Tidung, HSU, HSS; kota Bontang, Tarakan, Singkawang
  • Pendidikan: Kaltim, Kaltara; kab. Tabalong, HST, Barito Selatan; kota Banjarmasin, Samarinda, Palangka Raya
  • Perumahan: Kalbar, Kalsel; kab. Kubu Raya, Kukar, HST; kota Banjarmasin, Samarinda, Pontianak
  • Sampah & lingkungan: Kalsel, Kalteng; kab. Tana Tidung, Tabalong, Paser; kota Bontang, Balikpapan, Palangka Raya

Relevansi bagi daerah lain, termasuk Solo Raya

Meskipun ajang ini khusus regional Kalimantan, pola penilaian berbasis data dan kerja sama lintas kementerian bisa menjadi acuan bagi pemda di Jawa Tengah, termasuk kawasan Surakarta. Indikator kesehatan, pendidikan, perumahan, dan sampah merupakan isu yang juga terus digarap pemerintah kota dan kabupaten di Solo Raya dalam perencanaan pembangunan tahunan.

Penghargaan semacam ini mendorong kompetisi sehat antar daerah tanpa mengabaikan karakteristik lokal. Bagi pembaca di Solo, pantauan terhadap praktik baik di luar pulau dapat memperkaya wacana perbaikan layanan publik di tingkat kota dan kabupaten.

Secara keseluruhan, Batch II Regional Kalimantan menegaskan bahwa apresiasi Kemendagri diarahkan pada hasil nyata di lapangan. Daftar penerima di atas menjadi potret singkat daerah yang dinilai unggul pada empat indikator prioritas tahun 2026.

Sumber: Liputan6.

Tag: penghargaan pemda, Kemendagri, Kalimantan, Tito Karnavian, layanan publik, Batch II 2026, kinerja daerah, lingkungan asri