UTAMA
Indeks
Nasional

Pesan Disiplin dan Bicara Bertanggung Jawab dari Polwan untuk Pelajar Manado

Program Polwan Goes to School kembali menegaskan peran kepolisian dalam membina karakter generasi muda. Di Manado, perwira polwan mengajak siswa SMA agar lebih disiplin, berani menyampaikan pendapat secara positif, serta mampu menghargai orang lain di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Kegiatan digelar di SMA Negeri 7 Manado pada Senin, dalam rangka menyambut HUT ke-78 Polwan. Acara bertajuk Polwan Goes to School / Rise and Speak ini menjadi ruang dialog antara polisi wanita dan pelajar, sekaligus pengingat bahwa keberanian berbicara perlu diimbangi tanggung jawab.

Tujuan utama program di sekolah

Perwira Koordinator Polwan Polda Sulawesi Utara, AKBP Marnita Makapuas, menjelaskan bahwa program tersebut diarahkan agar pelajar tumbuh sebagai generasi yang disiplin dan percaya diri. Ia menekankan pentingnya kemampuan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi tekanan pergaulan maupun tantangan akademik.

Menurutnya, karakter tersebut tidak hanya berguna di bangku sekolah, tetapi juga menjadi bekal menghadapi dinamika sosial yang semakin cepat berubah. Keberanian menyampaikan gagasan dinilai positif selama dibarengi sikap santun dan rasa hormat kepada orang lain.

Peringatan soal kenakalan remaja dan media sosial

Dalam kesempatan yang sama, siswa diingatkan menjauhi kenakalan remaja, perundungan atau bullying, serta penyalahgunaan narkoba. Isu-isu itu dinilai masih menjadi ancaman serius bagi perkembangan anak muda di berbagai daerah, termasuk kota-kota pelajar di Jawa Tengah seperti Surakarta yang juga menaruh perhatian pada pembinaan karakter.

Penggunaan media sosial mendapat sorotan khusus. Pelajar diminta bersikap cerdas agar akun digital tidak berubah menjadi sarana perundungan, penyebaran informasi bohong, atau konten yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Bijak bermedsos digambarkan sebagai bagian dari tanggung jawab generasi terdidik.

Polri pererat komunikasi dengan generasi muda

AKBP Marnita menilai kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan. Komunikasi yang lebih dekat antara polisi dan siswa diharapkan menumbuhkan rasa aman sekaligus motivasi untuk berprestasi. Materi yang disampaikan pun diarahkan agar tidak berhenti di forum saja, melainkan menjadi dorongan jangka panjang.

Ia berharap peserta terdorong terus membangun karakter, saling menghargai, dan berani menyuarakan hal yang benar. Polwan, lanjutnya, akan terus hadir dalam pembinaan generasi muda, termasuk melalui kegiatan serupa di jajaran kewilayahan.

Nilai yang relevan bagi pembaca di Solo Raya

Meski berlangsung di Manado, substansi program ini sejalan dengan kebutuhan sekolah-sekolah di Solo Raya yang juga menekankan disiplin, literasi digital, dan pencegahan perundungan. Orang tua, guru, serta komunitas pendidikan di Surakarta dapat menimba gagasan serupa: keberanian bicara siswa perlu dilatih bersama etika dan tanggung jawab sosial.

Dengan pendekatan yang konsisten di kelas, keluarga, dan lingkungan sekitar, pesan “rise and speak” berpeluang memperkuat budaya sekolah yang aman dan inklusif. Kolaborasi aparat, pendidik, dan masyarakat tetap menjadi kunci agar pembinaan karakter tidak bersifat sesaat.

Pada akhirnya, Polwan Goes to School memperlihatkan bahwa kehadiran polisi di ruang pendidikan bisa bersifat preventif dan edukatif. Generasi pelajar yang disiplin, berani berpendapat secara positif, serta cermat mengelola media sosial menjadi modal penting bagi masa depan daerah maupun bangsa.

Sumber: Republika.

Tag: polwan, disiplin pelajar, Manado, anti bullying, media sosial bijak, karakter siswa, Polda Sulut, pendidikan