UTAMA
Indeks
Jateng

Dari Kudus, Pemerintah Perkuat STEM Usia Dini demi Generasi Emas

Pembelajaran STEM PAUD kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan pendekatan sains, teknologi, enjinering, dan matematika tidak harus mahal atau hanya untuk sekolah berfasilitas canggih. Pesan itu disampaikan saat peluncuran program di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dan relevan bagi orang tua serta pendidik di kawasan Surakarta yang ingin menanamkan cara berpikir kritis sejak dini.

Acara berlangsung di PAUD Terpadu Kalirejo, Kudus, pada Kamis, 3 September 2026. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani, menekankan bahwa penguatan STEM merupakan bagian dari persiapan generasi yang tangguh menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.

Mengapa STEM dimulai dari bangku PAUD

Menurut Nunuk, kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, memecahkan masalah, dan berinovasi perlu ditumbuhkan sejak anak masih usia dini. Pemilihan lokasi PAUD sebagai titik peluncuran program STEM nasional bukan kebetulan. Pemerintah ingin menunjukkan komitmen bahwa pola pikir inovatif bisa dibentuk lewat kegiatan sederhana dan menyenangkan, bukan hanya lewat perangkat digital mahal.

Ia menjelaskan bahwa STEM lintas disiplin bukan sekadar menguasai sains dan teknologi. Pendekatan ini menjadi fondasi agar murid mampu menyesuaikan diri dengan cepat serta menyelesaikan persoalan secara relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Tantangan mutu dan keterampilan tingkat tinggi

Program STEM dikembangkan untuk menjawab sejumlah persoalan pendidikan nasional. Di antaranya adalah defisit keterampilan tingkat tinggi, kesenjangan mutu antarsatuan pendidikan, serta kebutuhan memperkuat capaian Delapan Dimensi Profil Lulusan.

Pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu jalur implementasi. Dengan bekal yang merata, satuan pendidikan di daerah—termasuk di Jawa Tengah—diharapkan tidak tertinggal hanya karena keterbatasan alat. Yang digarisbawahi adalah cara mendampingi anak mengamati, mencoba, dan menarik kesimpulan dari pengalaman nyata.

STEM murah bukan berarti abai kualitas

Narasi “STEM tak harus mahal” menjadi inti pesan kebijakan. Bahan di sekitar lingkungan, permainan terstruktur, serta pertanyaan pemandu dari guru dinilai cukup untuk menumbuhkan rasa ingin tahu. Pendekatan ini membuka ruang bagi PAUD di kota maupun kabupaten, termasuk yang ada di wilayah Soloraya, untuk ikut menerapkan tanpa menunggu laboratorium lengkap.

Bagi pembaca di Surakarta, arah kebijakan ini bisa menjadi acuan ketika sekolah atau lembaga PAUD merancang kegiatan eksplorasi sains ringan. Kolaborasi orang tua dan guru tetap penting agar pengalaman belajar tetap aman, kontekstual, dan sesuai tahap perkembangan anak.

  • Fokus pada proses berpikir, bukan hanya hasil akhir proyek
  • Manfaatkan benda sehari-hari sebagai media percobaan sederhana
  • Libatkan guru melalui pelatihan STEM yang disiapkan kementerian
  • Jaga keselarasan dengan Delapan Dimensi Profil Lulusan

Implikasi bagi pendidikan di Jawa Tengah

Peluncuran di Kudus menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu titik penanda komitmen nasional. Satuan pendidikan di sekitarnya dapat menjadikan momen ini sebagai dorongan untuk meninjau kembali praktik pembelajaran usia dini: apakah anak diberi ruang bertanya, mencoba, dan gagal dengan aman.

Ke depan, keberhasilan program akan banyak bergantung pada konsistensi pelatihan guru, pendampingan kepala sekolah, serta dukungan orang tua. Jika pendekatan sederhana ini merata, kesenjangan mutu antarsekolah berpeluang mengecil tanpa harus menunggu investasi teknologi besar di setiap lembaga.

Dengan fondasi STEM yang dibangun sejak PAUD, pemerintah berharap generasi mendatang lebih siap berinovasi dan beradaptasi. Untuk komunitas pendidikan Surakarta dan Jateng, pesan dari Kudus itu jelas: mulai dari hal kecil yang konsisten, asalkan menumbuhkan nalar dan kreativitas anak.

Sumber: Sindo News.

Tag: STEM PAUD, Kemendikdasmen, Kudus, Generasi Emas 2045, pendidikan Jateng, Nunuk Suryani, guru PAUD, profil lulusan